Satu-satunya orang Indonesia
yang hari lahirnya di peringati secara nasional, adalah Kartini. bukan
Soekarno, Soeharto, Gusdur apalagi Megawati atau SBY. Lalu apa sumbangsih
beliau sehingga begitu di agungkan perannya?
Kartini bukan hanya sekedar
pahlawan nasional, tapi beliau juga pahlawan kemanusiaan. esensi perjuangan beliau
tidak lekang oleh zaman dan selalu relevan dengan situasi masa kini. Hildred
geertz dalam bukunya letters of a Javanese Princess ( Kumpulan surat-surat
Kartini dalam bahasa Inggris) menegaskan bahwa perjuangan atas hak-hak
perempuan merupakan poin penting bagi Kartini, tapi itu hanya aspek minor dari
keprihatinan Kartini yang lebih luas, yaitu hak-hak manusia Indonesia secara
keseluruhan. Melalui matanya yang melihat dengan kritis, Kartini mengamati
ketidak setaraan antara orang Indonesia dengan orang belanda di sekitarnya. Orang belanda sering menciptakan suasana yang
membuat orang jawa seolah-olah merasa bukan manusia, kesetaraan bagi seluruh
umat manusia adalah cita- citanya.
Relevesi perjuangan beliau dengan
situasi kekinian sampai sekarang masih terasa. Dalam salah satu suratnya yang
menceritakan tentang keprihatinan beliau terhadap candu opium yang melemahkan
bangsa, lebih dari seabad dan sampai kini narkotika masih menjerat anak-anak
Indonesia.
Sebagai bagian substansial
perjuangan beliau, sudah seharusnya kita tidak tinggal diam melihat persoalan
moral yang melanda bangsa kita, mulai dari narkotika hingga korupsi merajalela.
Lewat tulisan-tulisanya yang brilian, bukan hanya menggugah kita, tapi juga
dunia. Bukan sekedar kesetaraan tapi juga kesejahteraan.
Ayo para pemuda… semangat
berkarya…!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar